Gelar Perkara, Polda Jabar Tentukan Nasib Rizieq Shihab

Bagikanberita.com – Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar (Kepala Divisi Humas Mabes Polri) mengungkapkan Polda Jabar hari ini akan mengadakan gelar perkara untuk menentukan nasib dari Rizieq Shihab. Kepolisian Polda Jawa Barat menangani sebuah kasus dugaan penghinaan terhadap lambang negara dengan Rizieq Shihab sebagai pihak yang dilaporkan.

Polda Jabar adakan gelar perkara kedua untuk menentukan status tersangka Rizieq dalam kasus dugaan penghinaan terhadap lambang negara. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Polda Jabar adakan gelar perkara kedua untuk menentukan status tersangka Rizieq dalam kasus dugaan penghinaan terhadap lambang negara. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Gelar perkara yang kedua ini akan menentukan status Rizieq Shihab dalam kasus tersebut, apakah menjadi tersangka atau penyidik mesti mencari bukti tambahan untuk perkuat bukti-bukti yang telah ada.

“Saya kira masalah waktu saja, penegakan hukum perlu waktu. Masalah hukum acara harus dipatuhi,” Ujar Boy Seperti yang dilansir CNNindonesia, Senin (23/1).

Polisi juga telah meningkatkan status dugaan penghinaan terhadap lambang negara ke tingkat penyidikan. Surat perintah untuk dimulainya penyidikan ini juga telah diserahkan ke pihak kejaksaan, tetapi tanpa penetapan tersangka.

“Kami akan menentukan status Rizieq Shihab menjadi tersangka atau tidak setelah gelar pekara kedua,” kata Kombes Yusri Yunus Kepala Bidang Humas Polda Jabar, pada pekan lalu.

Boy mengatakan gelar perkara ini murni kepentingan dari penyidik dan dari situlah dibahas apakah kasus yang sedang diusut bisa dilanjutkan dengan penetapan tersangka. Apabila ada kekurangan, maka penyidik akan diberi waktu untuk melengkapi bukti-bukti tersebut.

Bukan hanya barang bukti, Boy juga mengatakan keterangan saksi ahli pun akan masih dibutuhkan dalam pengambilan keputusan pada gelar perkara.

“Macam-macam, saksi ahli, barang bukti, minta persetujuan penyitaan ke pengadilan, administrasi lah,” ujarnya.

Kasus yang telah dituduhkan terhadap Rizieq Shihab di Polda Jabar berawal dari laporan Sukmawati Soekarnoputri. Putri dari Presiden pertama RI Soekarno itu menuding Rizieq Shihab mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas terkait Pancasila.

Ketum Partai Nasional Indonesia Marhaenisme itu melaporkan Rizieq ke Bareskrim Polri, tanggal 27 Oktober 2016 yang lalu. Aduan tersebut diterima didalam surat yang bernomor LP/1077/X/2016/Bareskrim.

Rizieq Shihab dilaporkan dengan sangkaan Pasal 154 KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) tentang Penodaan Lambang Negara serta Pasal 310 KUHP tentang Pencemaran Nama Baik.

Sukmawati mempermasalahkan pernyataan Rizieq yang telah menyatakan bahwa ‘Pancasila Sukarno Ketuhanan ada di pantat sedangkan Pancasila Piagam Jakarta Ketuhanan ada di kepala’, seperti yang terekam pada video yang telah diunggah di YouTube.


Sumber dari cnnindonesia