Ketujuh Pembunuh Kuna Telah Ditangkap

Bagikanberita.com – 4 hari Setelah kematian Indra Gunawan alias Kuna (45), pemilik toko senjata, tim gabungan dari Polda Sumatera Utara dan juga Polrestabes Medan berhasil membekuk ketujuh pria terduga pelaku.

Lima dari tujuh pembunuh bayaran yang disewa untuk membunuh Kuna, pemilik toko senjata di Medan, (kompas/Mei Leandha)

Lima dari tujuh pembunuh bayaran yang disewa untuk membunuh Kuna, pemilik toko senjata di Medan, (kompas/Mei Leandha)

2 orang terduga pelaku tewas ditembak karena melakukan perlawanan saat akan diringkus dan tiga pelaku lagi ditembak dikaki, serta dua lainnya diamankan tanpa perlawanan, pada Minggu (22/1/2017).

Terduga Pelaku yang tewas ditembak ialah Rawindra alias Rawi (40) dan Putra (31). Tiga pelaku yang ditembak dikaki, Jo Hendal alias Zen (41), M Muslim (30) dan Wahyudi alias Culun (32).

Serta Dua pelaku lainnya yang pasrah saat diringkus adalah Chandra alias Ayen (38) dan Jon Marwan Lubis alias Ucok (62).

“Para pelaku adalah pembunuh bayaran, mereka ditangkap berdasarkan hasil analisa rekaman CCTV,” ungkap Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel yang didampingi oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, pada Minggu (22/1/2017) petang seperti yang dilansir laman kompas.

“Awalnya kita mengamankan Jo Hendal di rumahnya di Karang Sari, Polonia pada Minggu (22/1/2017) dini hari tadi. Kemudian melakukan pengembangan dan menangkap Rawi di Hotel Cherry, lalu Ayen dan John Marwan bersama tiga pucuk senjata api,” ujar Rycko.

Dari hasil pengembangan polisi kembali menangkap tiga terdugan lainya yaitu Putra, M Muslim dan Wahyudi.

Menurut Rycko, Rawi bertugas sebagai orang yang mencari dan mengatur skenario. Putra adalah sebagai eksekutor, serta Jo Hendal sebagai joki. Sementara John Marwan dan Ayen bertugas sebagai penyimpan senjata api.

Selain tiga pucuk senjata api, pihaknya juga telah menyita barang bukti lainya seperti pisau, samurai, bukti transferan uang dan juga ponsel.

Menurut Rycko, para terduga pelaku ini juga yang pernah mencoba membunuh korban pada 5 April 2014 namun salah sasaran. pada saat itu, korban bersama istri serta karyawan tokonya Wiria yang hendak membuka toko.

Datang Wahyudi dan M Muslim memukul kepala Wiria dengan kayu hingga jatuh tergeletak. Pada saat itu, yang bertindak sebagai eksekutor ialah Muslim dan sebagai jokinya adalah Wahyudi.

“Mereka diperintah Rawi, motifnya para pelaku mendapat pesanan untuk melakukan pembunuhan. Sudah dua kali mereka mendapat pesanan untuk membunuh. Kasus ini masih kita kembangkan apakah masih ada kasus lain yang mereka lakukan,” ungkap Kapolda.

Rycko menyatakan akan menindak tegas para pelaku tersebut, preman dan juga pembunuh bayaran yang membuat resah warga Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan.

“Sudah saya ingatkan berkali-kali, tindak tegas para preman, pelaku pembunuhan atau perampokan,” ucapnya.

Rycko juga menjelaskan, pihaknya sudah mengamankan pemesan untuk melakukan pembunuhan tersebut. “Berinisial RJ, ditangkap di Jambi dan saat ini dalam perjalanan menuju Medan,” ucap dia.

Dari pihak keluarga salah satu terduga pelaku merasa keberatan dengan ditembaknya Rawi hingga menghembuskan nafas terakhirnya.

“Abang kami itu, kenapa ditembak mati, tak terima kami. Kalau salah dia, kenapa harus ditembak mati? Kan, bisa dihukum 50 atau 100 tahun,” kata seorang perempuan yang mengaku adik dari Rawi sambil menangis.

Dia juga bilang, kalau adik dari korban menuntut keadilan atas tewasnya abang mereka, dirinya juga ikut menuntut hal yang sama.

“Apa ini namanya keadilan? Kami minta keadilan, anaknya masih kecil- kecil,” berteriak histeris. Diberitakan sebelumnya, korban yang tewas setelah ditembak oleh orang tak dikenal pada hari Rabu (18/1/2017).

Korban adalah Seorang pemilik toko senjata Kuna Air Riffle & Airfoft Gun di Jalan Ahmad Yani, di Kota Medan.

Baru Saja Dibaca

pembunuhan di medanpembunuhan dimedan