Kereta Tergelincir, Puluhan Penumpangnya Tewas di India

Bagikanberita.com – Sebuah Kereta ekspres di bagian timur India tergelincir keluar dari jalur rel, pada hari Sabtu malam waktu setempat. Insiden ini sedikitnya menewaskan 39 orang, sedangkan 50 lainnya luka-luka. Kereta tersebut berangkat dari Jagdalpur menuju ke Bhubaneswar Orissa.

Kereta Tergelincir di India Selatan (Reuters)

Kereta Tergelincir di India Selatan (Reuters)

Menurut laman Reuters, 7 gerbong dari kereta Hirakhand Express keluar dari trek Sabtu malam sekitar pukul 23.00 waktu setempat pada hari sabtu (21/01), setelah melintasi perlintasan jalur paralel dari kereta barang.

Para Petugas penyelamat berupaya memotong dan juga membuka gerbong keesokan harinya pada Minggu pagi (22/01) di dekat stasiun kereta api Kuneru, di kawasan distrik Vizianagaram negara bagian Andhra Pradesh di India Selatan.

“36 orang tewas sejauh ini 19 orang sudah teridentifikasi,” ungkap JP Mshra, pejabat dari East Coast Railway. Dia juga menambahkan bahwa masih banyak orang yang masih terjebak di dalam kereta yang masih terbalik tersebut.

Anil Kumar Saxena, juru bicara kereta api nasional india juga mengatakan bahwa berdasarkan hasil investigasi awal kemungkinan disebabkan oleh sabotase trek dari pemberontak Maois yang aktif dikawasan tersebut.

“Ada beberapa dugaan (sabotase) karena dua kereta lainnya telah menyeberang lancar menggunakan trek yang sama sebelumnya di malam hari,” ucap Anil.

Dari pihak kepolisian Odisha, Lokasi kereta tergelincir tersebut menyatakan tidak adanya keterlibatan antara pemberontak Maoist yang juga dikenal dengan sebutan Naxal pada kecelakaan kereta api tersebut.

“Kami benar-benar menolak setiap kemungkinan keterlibatan Maois pada kecelakaan ini. Kuneru bukan daerah kekuasaan Naxal,” ujar seorang perwira intelijen senior seperti yang dilansir oleh laman Press Trust of India.

Sistem Yang Buruk

Sistem perkereta apian di India adalah yang terbesar ketiga didunia, Namun sangat terhambat oleh kurangnya sinyal dan juga sistem komunikasi yang modern. Disamping itu, sistem kereta api India juga mempunyai predikat pemeliharaan jalur dan juga peralatan yang buruk.

Selain itu, diketahui juga bahwa persinyalan yang digunakan di beberapa daerah juga belum maksimal sehingga bisa meningkatkan risiko kesalahan manusia.

Laman Aljazeera juga melansir, pada November tahun lalu, sedikitnya 146 orang tewas ketika sebuah kereta penumpang yang tergelincir didekat kota Kanpur, di Uttar Pradesh. Diketahui bahwa, kecelakaan kereta api yang mematikan di negara India setidaknya terjadi berturut-turut selama 5 tahun belakangan.

Dari sebuah laporan pemerintah pada tahun 2012, ada sekitar 15.000 orang yang tewas setiap tahunnya dalam kecelakaan kereta api. Yang terburuk pernah terjadi pada tahun 1981, ketika kereta api yang jatuh ke dalam Sungai Bagmati di India utara, yang menewaskan hampir sekitar 800 orang.

Perdana Menteri India, (Narendra Modi) berjanji tahun lalu untuk berinvestasi sekitar $ 137bn selama 5 tahun ke depan untuk peremajaan jaringan kereta api, yang biasanya digunakan oleh sekitar 23 juta penumpang per harinya.

Modi menulis di akun twitter pada hari minggu, Dia menyatakan belasungkawa bagi mereka tewas dalam kecelakaan tersebut dan juga mengatakan bahwa kementerian kereta api sekarang sedang memantau situasinya dengan seksama.