Kazakhstan: Perundingan Damai Suriah Sudah Dimulai Hari Ini

Bagikanberita.com – Perundingan damai untuk mengakhiri konflik yang terjadi antara kelompok pemberontak dan rezim Presiden Bashar Al-Assad telah dimulai di Astana, Kazakhstan, hari ini, Senin (23/1/2017).

(AFP Photo/Kirill Kudryavstev)

(AFP Photo/Kirill Kudryavstev)

Perundingan tersebut diinisiasi oleh Rusia, Iran, dan Turki ini dijadwalkan akan berlangsung pada jam 14.00 siang waktu setempat di hotel Rixos President.

Pemerintah Suriah sendiri dilaporkan telah mengirimkan sekitar 10 perwakilan yang akan dipimpin oleh al-Jaafari (Dubes Suriah untuk PBB).

Walapun awalnya Jaafari menepis anggapan jika pemerintah mau berunding dengan pihak pemberontak, ia menyatakan rezim Assad tetap akan “berpartisipasi pada pertemuan yang fungsinya sebagai rekonsiliasi nasional” tersebut.

Selain itu, Mohammad Alloush (kepala negosiator oposisi), tiba di Astana sejak hari Minggu, didampingi oleh sekitar 14 tokoh dari pihak pemberontak Suriah lainnya, seperti Fares Buyush dari Pasukan Idlib, dan sekitar 21 penasehat politik dan hukum.

Buyush juga mengatakan, pembicaraan damai tersebut bukanlah penggati perundingan damai gagasan PBB di Jenewa yang telah diurungkan pada awal tahun 2016.

Kelompok pemberontak mengatakan, pertemuan ini juga akan terfokus pada penguatan kesepakatan untuk gencatan senjata yang mereka nilai masih rapuh.

Tetapi rezim Assad menegaskan, pertemuan tersebut ditujukan untuk memastikan bahwa pihak pemberontak akan menyerahkan diri pada pemerintah. Sebagai gantinya, Pemerintah Suriah akan berikan pengampunan bagi para kelompok oposisi pemerintah Suriah tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Suriah juga menyerukan solusi “komprehensif” untuk penyelesaian konflik sipil yang telah menewaskan kurang lebih 310 ribu orang itu.

Yehya al-Aridi (Juru bicara delegasi pemberontak) mengatakan, “belum ada jawaban final” dari kelompok pemberontak apakah mereka bisa bersepakat dengan rezim pemerintah.

Meskipun Amerika Serikat ikut diundang untuk berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut, Presiden Donald Trump tidak mengirimkan perwakilannya ke Astana.

Sama seperti Perancis dan Inggris, Washington diberitakan hanya akan kirimkan duta besarnya di Kazakhstan ke pertemuan itu.